Pilar-pilar Sosial Teladan Harus Menjadi Role Model dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

Jakarta(19/8/2019). Pilar-pilar sosial merupakan salah satu pihak yang membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Setiap tahun diadakan seleksi pilar-pilar sosial teladan tingkat nasional, yang terdiri dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna (KT), Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Senin (19/8/2019), Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, bertemu langsung dengan pilar-pilar sosial teladan Tahun 2019 dalam acara pelepasan sekaligus penutupan kegiatan Seleksi Pilar-pilar Sosial Teladan Tahun 2019, yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jakarta. 

"Keberhasilan  pemerintah ini tentu saja tidak akan terwujud tanpa dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat termasuk pilar-pilar sosial" ujar Mensos dalam sambutannya.

Peserta seleksi berasal dari pilar-pilar sosial yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Sedangkan Tim Penilai berasal dari unsur Kementerian Sosial, Akademisi, Pemerhati Sosial dan Mitra Kerja.

Kegiatan seleksi pilar-pilar sosial teladan tingkat nasional bertujuan untuk memberikan penghargaan pada masyarakat, khususnya pilar-pilar sosial yang berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Selain itu, juga untuk memberikan motivasi kepada pilar-pilar sosial agar lebih semangat dan memaksimalkan perannya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Selain juga sebagai model untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, juga untuk memperluas jejaring, meningkatkan koordinasi dengan pemda setempat dan pemangku kepentingan lainnya, serta meningkatkan soliditas sesama pilar dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di lapangan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memilih pilar-pilar sosial Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019 yang dapat dijadikan model atas perannya dalam meningkatkan kinerja dan kualitas yang dijalankan, serta memberikan motivasi pada pilar sosial untuk lebih berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial" jelas Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin. (OHH Dayasos)