Wisata Sejarah Ajak Pelajar SMA Lebih Mengenal Sejarah Indonesia

JAKARTA (7 November 2019) - Sebanyak 150 pelajar SMA di Jakarta mengikuti kegiatan Wisata Sejarah mengunjungi Museum Bahari Jakarta dan Museum Maritim Indonesia.

Mengenal dan memahami sejarah panjang Indonesia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi generasi muda Indonesia. Para peserta diajak mengelilingi Museum Bahari Jakarta yang juga merupakan titik nol Batavia, selain itu mereka juga mengunjungi Museum Maritim Indonesia dimana disana terdapat koleksi terkait pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Hartono Laras bersama pejabat Eselon 1 di lingkup Kementerian Sosial RI dan Ketua Umum Hari Pahlawan Tahun 2019 membuka sekaligus melepas para peserta Wisata Sejarah di Lapangan Kantor Kementerian Sosial RI. Hartono juga menyampaikan bahwa para generasi muda diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah perjuangan bangsa, sehingga dapat lebih mengenal dan mencintai tanah air serta lebih menghargai jasa perjuangan para pahlawan.

"Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 kiranya dapat dijadikan sebagai suatu momentum yang menggugah kita semua untuk mengimplementasikan semangat dan nilai-nilai kepahlawanan serta menjadi Pahlawan Masa Kini," ujar Hartono

Selain itu, kegiatan Wisata Sejarah kali ini mengundang atlet lari muda Indonesia Emilia Nova dan Lalu Muhammad Zohri. Mereka hadir untuk memberikan motivasi dan semangat bagi para pemuda agar mereka bisa mengembangkan potensi diri, selalu berkarya sehingga bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia, tidak hanya di kancah nasional, namun juga internasional.

Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) berpartisipasi dengan menghadirkan anak dari Dr. Saharjo, Saharto Saharjo dan Cucu Panglima Jenderal Soedirman, Danang Priambodo, yang juga mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Mereka sangat memotivasi para pelajar untuk bisa menjadi Pahlawan Masa Kini meskipun harus menghadapi tantangan yang lebih besar karena adanya revolusi industri 4.0. Untuk itu, para pemuda penerus bangsa haruslah dapat bersaing dengan kreatif tanpa melupakan nilai-nilai kepahlawanan dan harus selalu mengingat serta menghargai semangat para pejuang bangsa Indonesia.